Saham

Genting Bhd Rencanakan Penerbitan Saham Baru, Saham Turun oleh Maybank

Genting Bhd Rencanakan Penerbitan Saham Baru, Saham Turun oleh Maybank

Genting Bhd, konglomerat besar asal Malaysia, baru-baru ini merencanakan penerbitan saham baru (right issue) dengan target perolehan dana mencapai MYR1,25 miliar atau sekitar USD306,1 juta. Rencana ini bertujuan memperbaiki struktur utang dan mendukung aktivitas operasional setelah mengalami kerugian besar.

Pengumuman ini muncul setelah Genting Bhd melaporkan kerugian MYR11,6 juta hingga akhir Desember 2025. Dana dari penerbitan ini diharapkan memperkuat kondisi keuangan dan memastikan kelangsungan bisnis. Sesuai laporan di Bursa Malaysia, penerbitan akan melibatkan saham biasa baru dengan rincian harga, dasar, dan tanggal penerbitan yang belum dipublikasikan. Manajemen Genting akan mengumumkan detailnya nanti.

Pemanfaatan Dana dan Manajemen Utang

Genting Bhd berencana menggunakan MYR800 juta untuk melunasi utang dalam 12 bulan setelah penerbitan. Sisanya, MYR429,5 juta, diperuntukkan sebagai modal kerja, dan MYR20,5 juta untuk biaya penerbitan saham baru.

Reaksi Pasar dan Tanggapan Maybank

Merespon rencana penerbitan saham baru, Maybank Investment Bank Bhd menurunkan rekomendasi saham Genting Bhd menjadi "jual", dengan target harga dipangkas menjadi MYR1,49 per saham. Analis Samuel Yin Shao Yang menyebutkan bahwa walaupun langkah ini bisa mengurangi beban bunga dan utang, potensi dilusi laba dan penurunan nilai buku saham tidak bisa dihindari.

Pandangan Analis Lain

Selain Maybank, lembaga pemeringkat lain juga menyoroti tekanan keuangan Genting. Awal September, Fitch Ratings menurunkan peringkat Genting Bhd, menyebutkan belanja modal besar di Singapura dan New York memperlambat pengurangan utang. S&P Global Ratings memperingatkan bahwa ruang gerak Genting terbatas menghadapi penurunan pendapatan karena pengeluaran besar dan hasil operasional yang lemah.

Fokus pada Proyek Resor

Genting Bhd, pemilik Genting Singapore Ltd, mengelola kasino di Resorts World Sentosa dan Genting Malaysia Bhd yang menjalankan resor dan kasino lainnya. Proyek resor tetap menjadi fokus meski menghadapi kendala utang dan tantangan finansial besar.